saya berasal dari sebuah desa terpencil si simpang mamplam, dari kecil saya menuntut ilmu didaerah tersebut, ketika mulai dibangku kuliah saya mulai datang ke kota yang perjalananya sekitar 4 jam tersebut, saya mulai melihat bangunan yang mengah, jalan yang besar serta cara mereka beraktivitas sangat berbeda dengan kami dari desa tapi aku tidak kalah dengan mereka karena aku punya kampung halaman,